Situbondo, Pemangkarnews.com – Bukan sekadar wacana. Apa yang dijanjikan benar-benar diwujudkan. Senin (4/5/2026), aksi nyata H. Moh Hijir Ismail bersama ASB Channel langsung menggebrak Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran.
Di lokasi yang tak biasa di sisi barat area pemakamanrumah reyot milik Azkim yang selama ini gelap tanpa listrik, akhirnya dibongkar total. Tanpa banyak seremoni, tim langsung bergerak cepat. Batako disusun, rangka kayu ditegakkan, atap seng dan asbes dipasang, hingga keramik mulai mengisi lantai. Bahkan instalasi listrik ikut dipersiapkan, sesuatu yang selama ini hanya jadi mimpi bagi keluarga tersebut.
Aksi ini dipimpin langsung oleh H. Moh Hijir Ismail (Kapokdar, Komandan Palopor, CEO Zabiaz) bersama kolaborasi ASB Channel. Owner ASB Network Asembagus, Abdul Hadi, juga turun langsung membawa tenaga pekerja demi mempercepat proses pembangunan.
Kondisi keluarga Azkim memang tak bisa lagi ditunda. Hidup bertiga bersama dua anaknya dalam keterbatasan ekstrem, salah satunya Ayu—remaja penuh harapan yang nyaris harus mengubur mimpinya melanjutkan pendidikan akibat himpitan ekonomi.
Tak hanya rumah layak huni, kejutan besar langsung diberikan di lokasi.
“Sesuai janji, hari ini kita bedah rumah Pak Azkim dan sekaligus menyerahkan sepeda motor Beat lengkap surat-surat untuk Ayu,” tegas Hijir.
Motor Honda Beat lengkap STNK dan BPKB resmi diserahkan, dan segera diproses balik nama untuk Ayusebuah langkah nyata untuk mendukung langkahnya menuju masa depan.
Haru pun pecah. Azkim tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.
“Terima kasih kepada Zabiaz dan ASB Channel yang sudah peduli dengan kami,” ucapnya lirih.
Ayu pun tak kuasa menahan air mata. Dengan suara bergetar, ia mengucapkan terima kasih dan berharap kebaikan ini bisa menjangkau lebih banyak orang yang senasib dengannya.
Di sisi lain, Abdul Hadi menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar bantuan biasa.
“Kami ingin ini cepat selesai, makanya kami bawa langsung pekerja. Ini bentuk kepedulian nyata, bukan sekadar simbol,” tegasnya.
Di tengah berbagai program bantuan yang sering kali lambat dan administratif, aksi cepat ini justru menjadi tamparan keras: masih ada warga yang hidup tanpa listrik dan rumah layak di zaman sekarang.
Red_182


