Notification

×

Iklan

Iklan

Zabiaz dan Puluhan Komunitas Sound Berkhidmat Tanpa Bayaran, Kemegahan Audio Siap Sambut Lautan Jamaah Haul Masyayikh Ittisholana

Minggu, 19 Juli 2026 | 00:57 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-18T17:57:29Z

Situbondo, Pemangkarnews.com – Menjelang puncak Haul Masyayikh Nasional Ittisholana Kabupaten Situbondo yang akan digelar pada Minggu (19/7/2026), ribuan jamaah dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga luar pulau mulai memadati pusat kegiatan sejak Sabtu malam ini. Kawasan Alun-Alun Situbondo, masjid, musala, sekolah dan tempat tempat lain seputaran lokasi hingga rumah-rumah warga dipenuhi para tamu yang datang lebih awal demi mengikuti rangkaian haul yang dikenal sebagai salah satu agenda keagamaan terbesar di Kabupaten Situbondo.



Di balik megahnya pelaksanaan acara tersebut, terdapat peran besar para relawan sound system yang memilih berkhidmat tanpa menerima anggaran demi kelancaran syiar Islam.






CEO Zabiaz, H. Moh. Hijir Ismail, menegaskan bahwa Zabiaz bersama SSC (Sound Situbondo Community) menerjunkan kekuatan penuh dengan memasang sistem audio di 47 titik yang tersebar mulai kawasan Jalan Merak, KPU, Pengadilan Agama, Jalan Pemuda hingga Pasar Mimbaan Baru.



"Zabiaz bersama SSC menerjunkan 47 titik sound untuk menyempurnakan kekhidmatan Haul Masyayikh Ittisholana bagi jamaah yang datang dari berbagai daerah. Setiap titik didukung empat subwoofer dan empat line array yang terintegrasi dengan videotron di lokasi," tegas H. Ismail.



Menurutnya, sistem suara tersebut menjadi bagian penting agar seluruh jamaah dapat mengikuti rangkaian doa, pembacaan maulid, dzikir hingga tausiyah secara jelas meskipun berada jauh dari panggung utama.



Tak hanya Zabiaz dan SSC, pelaksanaan haul juga mendapat dukungan penuh dari Tim 88 sebagai sound utama, dibantu sound system dari Lora Yaqin Putra RA KH Moh. Kholil Asy'ad Syamsul Arifin, Jam'iyah Syabab, serta komunitas sound dari Kota Tape Bondowoso.



Secara keseluruhan, sedikitnya kurang lebih 100 titik sound system  ditambah 10 unit sound yang bergerak disiapkan untuk melayani kebutuhan audio selama kegiatan berlangsung.



"Seluruhnya berkhidmat untuk mencari barokah, tanpa ada budget. Semuanya hadir dengan niat melayani para jamaah dan menyukseskan syiar Haul Masyayikh Ittisholana," imbuh Hijir.

Hingga Sabtu malam, arus kedatangan jamaah terus meningkat. Rombongan dari berbagai kota di Jawa Timur bahkan dari luar pulau mulai berdatangan menuju pusat kegiatan. Kepadatan tampak di sejumlah ruas jalan sekitar Alun-Alun Situbondo, sementara masyarakat sekitar turut membuka rumah mereka sebagai tempat singgah bagi para tamu.



Tradisi haul sendiri merupakan bentuk penghormatan kepada ulama dengan mendoakan serta mengenang keteladanan perjuangan mereka. Di berbagai pesantren di Indonesia, haul juga menjadi momentum mempererat ukhuwah, memperkuat syiar Islam, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui kedatangan jamaah dalam jumlah besar. 



Dengan dukungan puluhan titik audio, videotron, serta semangat gotong royong para relawan, Haul Masyayikh Nasional Ittisholana Kabupaten Situbondo tahun ini diperkirakan menjadi salah satu pelaksanaan haul terbesar, sekaligus membuktikan bahwa semangat khidmah mampu menyatukan jemaah dari berbagai daerah dan pulau demi memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah.


Red_182

×
Berita Terbaru Update