Notification

×

Iklan

Iklan

Korwil BGN Minta Maaf, Satgas MBG Situbondo Tegaskan Susu Ibu Hamil Harus Sesuai Peruntukannya

Kamis, 16 Juli 2026 | 12:24 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-16T05:24:18Z

Situbondo, Pemangkarnews.com – Polemik terkait komunikasi Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) dan pemberian susu bagi ibu hamil dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Situbondo akhirnya mendapat penjelasan resmi dari Ketua Satgas MBG Kabupaten Situbondo, Drs. H. Akhmad Yulianto, M.Si.


Saat dikonfirmasi awak media, Kamis (16/7/2026), Drs. H. Akhmad Yulianto, M.Si. menyampaikan bahwa dalam rapat evaluasi, Korwil BGN telah menyampaikan permohonan maaf atas kendala komunikasi yang selama ini dikeluhkan sejumlah mitra pelaksana.


Menurutnya, Korwil BGN menjelaskan bahwa tingginya intensitas kegiatan di lapangan, mulai dari pemantauan hingga koordinasi dengan para koordinator kecamatan di berbagai wilayah, menjadi penyebab komunikasi belum berjalan secara optimal.


"Koordinator Wilayah BGN dalam rapat telah menyampaikan permohonan maaf atas kendala komunikasi yang selama ini dirasakan oleh sejumlah pihak. Hal tersebut disebabkan tingginya intensitas kegiatan lapangan, termasuk pemantauan dan koordinasi dengan para koordinator kecamatan di masing-masing wilayah. Ke depan, Koordinator Wilayah BGN berkomitmen membangun komunikasi yang lebih baik dan lebih responsif terhadap para mitra pelaksana," jelas Akhmad Yulianto.


Selain persoalan komunikasi, Satgas MBG juga memberikan penjelasan mengenai polemik pemberian susu bagi ibu hamil yang sempat menjadi perhatian publik. Berdasarkan penjelasan Korwil BGN, penggunaan susu UHT dipilih karena dinilai paling mendekati pemenuhan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dengan anggaran yang tersedia.


Namun demikian, Satgas MBG Kabupaten Situbondo melalui Dinas Kesehatan tetap memberikan rekomendasi agar susu yang diberikan kepada ibu hamil mengutamakan susu yang memang diformulasikan khusus untuk ibu hamil sesuai peruntukannya.


Apabila terjadi keterbatasan ketersediaan produk di lapangan, lanjut Akhmad Yulianto, alternatif yang direkomendasikan adalah penggunaan susu bubuk pabrikan yang dikemas sesuai takaran konsumsi satu kali saji.


Pemberiannya harus tetap memperhatikan jumlah, Angka Kecukupan Gizi (AKG), serta berada dalam pendampingan dan pengawasan tenaga gizi Dinas Kesehatan melalui puskesmas.


Dengan penjelasan tersebut, Satgas MBG Kabupaten Situbondo berharap polemik yang berkembang dapat diluruskan sekaligus menjadi bahan evaluasi agar koordinasi antarpelaksana semakin baik. Satgas juga menegaskan bahwa kualitas pelayanan dan pemenuhan gizi bagi ibu hamil tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Situbondo.

Red_182

×
Berita Terbaru Update