Situbondo, Pemangkarnews.com – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dikelola P3A Tirta Karya di Desa Bloro dengan Nomer.PKS : HK0201/Bbws10.9.3/962/P3-TGAI/V1/2026. Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, menjadi sorotan setelah muncul dugaan pekerjaan tidak dilaksanakan sesuai petunjuk teknis (juknis) dan spesifikasi yang berlaku.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, terdapat dugaan bahwa pekerjaan tersebut dikerjakan oleh pihak luar dan dipihakketigakan, padahal program P3-TGAI pada prinsipnya mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan secara swakelola sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, sejumlah temuan teknis juga menjadi perhatian. Di antaranya, pasangan pondasi diduga hanya diletakkan mengikuti badan tanah tanpa melalui galian pondasi sebagaimana yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kualitas dan kekuatan konstruksi saluran irigasi.
Tidak hanya itu, tinggi pasangan batu di lapangan disebut hanya berkisar 40 hingga 50 sentimeter. Padahal, berdasarkan informasi yang diperoleh, spesifikasi pekerjaan seharusnya terdiri dari pasangan pondasi sedalam sekitar 30 sentimeter dan pasangan dinding setinggi sekitar 60 sentimeter, sehingga total konstruksi mencapai kurang lebih 90 sentimeter.
Temuan lainnya adalah penggunaan batu bulat (batu klontos) yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi material. Menurut sejumlah pihak, pekerjaan pasangan seharusnya menggunakan batu pecah agar ikatan antara batu dan adukan semen lebih kuat serta menghasilkan konstruksi yang lebih kokoh.
Tim juga menemukan proses pemasangan pasangan batu dilakukan saat kondisi saluran masih tergenang air. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas pekerjaan apabila tidak dilakukan sesuai metode pelaksanaan konstruksi yang benar.
Menanggapi temuan tersebut, masyarakat berharap pendamping program maupun instansi terkait dapat menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal agar pelaksanaan P3-TGAI benar-benar sesuai dengan petunjuk teknis, spesifikasi, serta tujuan program.
Sementara itu, saat dikonfirmasi di lokasi pekerjaan, salah seorang pekerja menyampaikan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas yang diberikan.
"Saya hanya jalankan sesuai perintah, Mas. Saya hanya kerja," ujarnya singkat.
Hingga berita ini ditulis, pengurus P3A Tirta Karya maupun pihak Balai Besar Wilayah Sungai Brantas belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan tanggapan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.
IV_R
