Situbondo, Pemangkarnews.com – Menyikapi laporan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan LPG 3 kilogram (gas melon), Kapokdar Bahayangkara Polres Situbondo, H. Moch Hijir Ismail, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua depo/pangkalan resmi, yakni SPBU Kapongan dan SPBU Mimbaan, Rabu (5/3).
Langkah peninjauan ini dilakukan setelah adanya keluhan warga yang mengaku kesulitan memperoleh tabung gas melon di sejumlah toko pengecer.
Dalam peninjauan tersebut, Kapokdar juga mewawancarai pengawas pengiriman LPG di lokasi. Dari keterangan pengawas, distribusi disebut berjalan normal dan tidak ada pengurangan kuota.
“Kita sudah Cek kelangkaan tabung gas melon di dua depo, pom Kapongan dan pom Mimbaan. Menurut keterangan pengawas, pengiriman tetap, tidak ada pengurangan. Mungkin kepanikan warga saja terkait berita Timur Tengah sehingga bisa saja buat simpanan hari Lebaran. Yang pasti untuk dua pom bisa tersedia aman,” jelasnya.
Artinya, berdasarkan data di pangkalan resmi yang ditunjuk oleh Pertamina, ketersediaan LPG 3 Kg dinyatakan aman.
Harga jual di pangkalan pun tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp18.000 per tabung.
Namun, kondisi berbeda dirasakan warga. Sejumlah masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan gas di toko-toko, bahkan harga mulai merangkak naik.
Beberapa warga menyebut, stok di toko kosong dan jika pun ada, harga sudah berada di kisaran Rp20 ribu hingga Rp21 ribu per tabung.
Situasi ini memunculkan dugaan adanya lonjakan permintaan akibat kepanikan, atau distribusi yang tersendat di tingkat pengecer.
Meski demikian, Kapokdar memastikan kebutuhan masyarakat tetap bisa terlayani, khususnya di pangkalan resmi.
“Untuk dua pom tersedia aman. InsyaAllah pasti teratasi kebutuhan warga masyarakat,” ujarnya.
Sidak ini diharapkan mampu meredam keresahan publik sekaligus memastikan LPG subsidi tetap tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan spekulatif di tengah isu global yang berkembang.
Red_182


