Situbondo, Pemangkarnews.com – Keberadaan distributor pupuk bersubsidi PT Yosomulyo Jajag di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, menjadi sorotan setelah muncul sejumlah temuan hasil investigasi lapangan serta pernyataan dari berbagai pihak.
Distributor yang tercatat sebagai penyalur resmi pupuk bersubsidi produksi PT Pupuk Indonesia (Persero) tersebut diduga tidak menunjukkan aktivitas distribusi sebagaimana mestinya.
Tokoh masyarakat wilayah Banyuglugur, A (inisial), menyampaikan beberapa catatan terkait keberadaan distributor tersebut.
Menurutnya, selama ini kantor distributor dinilai tidak menunjukkan aktivitas distribusi pupuk yang jelas. "Distributor itu terkesan tidak pernah ada aktivitas. Selain itu, kantor distributor juga sekaligus memiliki kios pupuk sendiri atau merangkap yang melayani wilayah Kecamatan Banyuglugur, tepatnya Desa Tepos-Kalisari. Ini yang perlu diperjelas mekanismenya," ujarnya kepada awak media pada 3 Februari 2026.
Ia juga mengatakan bahwa distributor ini tidak pernah mengantarkan pupuk ke lokasi Kios Kembang Sari, Semambung-Pategalan, Sumber Anyar, padahal aturan nya diantar selama bisa dilalui roda 4 itu diantar, sehingga ini membuat beban biayanya tinggi.
Ia juga menyoroti adanya permintaan uang sebesar Rp100 ribu saat melakukan pengiriman pupuk pada kios dengan dalih jasa kuli panggul dengan beragam alasan yang dilakukan oleh pihak distributor tersebut.
Penebusan pupuk kepada distributor dan merupakan salah satu penyebab harga di atas HET, tapi kalau itu diberikan sukarela, iya tidak apa-apa. Dirinya menghimbau kepada PI untuk melakukan evaluasi kembali kepada distributor yang tidak taat sesuai aturan ketentuan Pupuk Indonesia.
Ia menambahkan bahwa perusahaan distributor tersebut berasal dari Banyuwangi namun beroperasi di wilayah Situbondo. Tak hanya itu, Azis menyebut masih terdapat persoalan kompensasi dari pihak Pupuk Indonesia kepada kios-kios yang hingga kini belum terselesaikan.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada manajemen PT Yosomulyo Jajag guna memperoleh penjelasan resmi terkait aktivitas distribusi, mekanisme penebusan, serta persoalan kios pupuk yang diduga dirangkap. Namun, konfirmasi melalui WA hingga hari ini belum dijawab. (IF)
