Situbondo, Pemangkarnews.com — Dugaan praktik pemalakan yang melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mencuat di Kabupaten Situbondo. Kali ini, sasaran diduga merupakan rombongan pejabat dan staf DPR RI dari Jakarta serta perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Surabaya yang sedang singgah untuk makan di Rumah Makan Mak Lika, Kecamatan Kapongan. Kamis 25 Desember 2025.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum LSM tersebut diduga awalnya mempermasalahkan penggunaan mobil dinas yang dipakai oleh rombongan. Dengan dalih mempertanyakan legalitas penggunaan kendaraan dinas tersebut, oknum itu mempertanyakan kepada dua orang yang lebih dahulu datang ke lokasi untuk melakukan pemesanan tempat makan.
Tak hanya oknum LSM tersebut disebut meminta sejumlah uang hingga jutaan rupiah agar kejadian ini tidak diviralkan.
Menanggapi informasi tersebut, Wakil Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Situbondo, H. Ismail, langsung turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan Polsek Kapongan serta Satgas Anti Premanisme Kabupaten Situbondo guna memastikan kebenaran kejadian tersebut. Namun saat tim tiba di lokasi, oknum LSM yang diduga terlibat sudah tidak berada di tempat.
“Kami mendapat informasi adanya dugaan pemalakan dengan modus mempertanyakan mobil dinas. Kami langsung melakukan pengecekan di lokasi bersama aparat, namun yang bersangkutan sudah tidak ada,” ujar H. Ismail.
Sementara itu, salah satu anggota rombongan yang mengaku sebagai staf DPR RI Jakarta dan berhasil dikonfirmasi memberikan keterangan terbatas. Ia mengaku tidak mengetahui secara langsung kejadian tersebut.
“Kami tidak tahu secara pasti, Mas. Kami hanya sempat mendengar ada kejadian itu. Tapi yang mengalami langsung sudah balik ke Surabaya, karena tugasnya memang hanya untuk membooking tempat makan di sini. Jadi itu saja yang kami tahu,” ujarnya.
Informasi yang didapat uang yang diminta tidak didapat oleh oknum tersebut karena yang bersangkutan enggan memberikan saat diminta.
Klarifikasi tersebut menunjukkan bahwa dugaan kejadian tidak dialami langsung oleh seluruh rombongan, melainkan oleh dua orang yang lebih dulu datang ke lokasi yang diduga memakai mobil dinas. Meski demikian, informasi awal tersebut tetap menjadi perhatian serius berbagai pihak.
Sekretaris Satgas Anti Premanisme Kabupaten Situbondo, Sadik yang juga datang ke lokasi menilai, apabila dugaan pemalakan dengan modus mempermasalahkan mobil dinas ini benar adanya, maka tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai premanisme berkedok kontrol sosial dan mencoreng peran LSM yang seharusnya menjadi mitra kritis pemerintah, namun kita akan kroscek kebenarannya dulu untuk mengambil langkah terkait penanganan LSM di Kabupaten Situbondo.
Sementara itu Kasatgas Anti Premanisme Kabupaten Situbondo, Bang Ipoel menjelaskan " Seperti yang telah di sebutkan di Situbondo ada 7 LSM yang sudah ber SKP ( Surat Keterangan Pendataan ) yang terdata di Bakesbangpol Situbondo ,jadi untuk beroperasi di Kabupaten Situbondo ya harus terdata kalau tidak terdata itu kegiatan premanisme, Kita akan adakan validasi dan penelusuran terhadap LSM yang diduga ini tentunya jika itu melanggar akan ada tindakan dari Satgas ". Tegasnya melalui sambungan Whatappnya.
Hingga berita ini diturunkan, Satgas Anti Premanisme ,FKDM dan pihak kepolisian serta unsur terkait masih melakukan penelusuran dan pendalaman guna memvalidasi kebenaran kejadian tersebut, termasuk mengidentifikasi oknum LSM yang diduga terlibat.
Aparat penegak hukum diharapkan bertindak tegas dan transparan apabila dugaan tersebut terbukti, demi menjaga keamanan, ketertiban, serta citra Kabupaten Situbondo sebagai daerah yang ramah bagi siapa saja yang singgah.
Red-182
