Situbondo, Pemangkarnews.com – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Situbondo kembali menjadi sorotan. Kali ini muncul informasi terkait dugaan pergantian susu yang seharusnya diperuntukkan bagi kelompok B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) dengan susu yang biasa diberikan kepada anak usia sekolah.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber di lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyebutkan, paket B3 semestinya menggunakan susu khusus yang diperuntukkan bagi ibu hamil dan ibu menyusui sesuai kebutuhan gizi sasaran program.
Namun, salah satu Koordinator Wilayah (Korwil) MBG di Kabupaten Situbondo diduga menginstruksikan agar susu tersebut tidak digunakan dan diganti dengan susu anak sekolah. Kebijakan itu memunculkan tanda tanya besar di kalangan pelaksana program karena kebutuhan nutrisi ibu hamil dan ibu menyusui jelas berbeda dengan kebutuhan gizi anak usia sekolah.
Tak hanya itu, sumber juga menyebutkan bahwa Korwil MBG yang bersangkutan dinilai sulit dihubungi saat sejumlah SPPG berupaya mengadakan koordinasi kerja terkait MBG, bahkan disebutkan sering tidak ada dikantor saat jam kerja.
Situasi ini memunculkan pertanyaan publik, apakah perubahan tersebut merupakan regulasi dan kebijakan resmi atau hanya keputusan sepihak di lapangan? Jika benar terjadi, siapa yang bertanggung jawab terhadap perubahan spesifikasi bantuan gizi bagi kelompok rentan tersebut?
Program MBG yang digadang-gadang menjadi ujung tombak peningkatan gizi masyarakat seharusnya berjalan sesuai standar dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Karena itu, transparansi dan keterbukaan informasi menjadi hal yang mutlak agar tidak menimbulkan kecurigaan maupun polemik di tengah masyarakat.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Korwil MBG yang disebut dalam informasi tersebut masih belum memberikan keterangan resmi. Tim media masih berupaya melakukan konfirmasi namun hingga saat ini belum membalas chat WA dan Telfon WA saat dikonfirmasi. Hal ini juga diduga terjadi terhadap kepala SPPG di kabupaten Situbondo saat menghubungi Ketua Korwil untuk koordinasi namun seakan diabaikan.
Red_182
