Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Situbondo Bongkar Pasang 26 Jabatan Strategis, Targetkan ‘Dream Team’ Pemerintahan 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 13:17 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-16T06:21:22Z

 



Situbondo, Pemangkarnews.com — Pemerintah Kabupaten Situbondo resmi melakukan perombakan dan pengangkatan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) tahun 2026. Berdasarkan dokumen resmi rekapitulasi, sebanyak 26 pejabat eselon II mengalami rotasi dan pergeseran jabatan strategis di lingkungan Pemkab Situbondo.


Rotasi ini menyasar hampir seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari badan, dinas teknis, hingga jabatan staf ahli dan asisten di Sekretariat Daerah. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya penyegaran birokrasi sekaligus penguatan kinerja pemerintahan daerah.


Daftar Lengkap Pengangkatan JPT Pratama Pemkab Situbondo Tahun 2026

  1. Sugeng Yuwono, S.H., M.Si. – dari Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan menjadi Kepala Badan Pendapatan Daerah

  2. Dr. H. Fathor Rakhman, M.Pd. – dari Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM menjadi Kepala BKPSDM

  3. Dwi Herman Susilo, S.KM., M.Kes. – dari Asisten Administrasi Umum menjadi Kepala Dinas Kesehatan

  4. Drs. Prio Andoko, M.Si. – dari Asisten Pemerintahan dan Kesra menjadi Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan

  5. Samsuri, S.Sos., M.M. – dari Kepala BKPSDM menjadi Asisten Administrasi Umum

  6. Sruwi Hartanto, S.Pd., M.M. – dari Kepala BPBD menjadi Kepala Satpol PP

  7. Drs. Haryadi Tejo Laksono, M.Si. – dari Kepala Bapenda menjadi Kepala BKAD

  8. Drs. Sugiyono, M.PdI. – dari Kepala Bappeda menjadi Kepala Dinas Kominfo

  9. dr. Sandy Hendrayono, M.Kes. – dari Kepala Dinas Kesehatan menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup

  10. Kholil, S.P., M.P. – dari Kepala Disnaker menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesra

  11. Anna Kusuma, S.H., M.Si. – dari Kepala Dinas Kominfo menjadi Kepala Bakesbangpol

  12. Edy Wiyono, S.Sos., M.Si. – dari Kepala Diskoperindag menjadi Kepala Disparpora

  13. Puguh Wardoyo, S.Sos., M.M. – dari Kepala Disparpora menjadi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM

  14. Suriyatno, S.H. – dari Kepala DPMD menjadi Kepala Disnaker

  15. Drs. H. Muhammad Imam Darmaji, M.Si. – dari Kepala DP3AKB menjadi Kepala DPMD

  16. Ir. Rikwan Sugihartono, M.M. – dari Kepala Dishub menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan

  17. Dadang Aries Bintoro, S.Sos., M.Si. – dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menjadi Kepala DPMPTSP

  18. Drs. Achmad Djunaidi, M.Si. – dari Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan

  19. Ir. H. Timbul Surjanto, M.M. – dari Kepala Dinas Sosial menjadi Kepala BPBD

  20. Sopan Efendi, SSTP., M.Si. – dari Kepala Satpol PP menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

  21. Drs. Nugroho, M.Si. – dari Sekretaris DPRD menjadi Kepala Dinas Perhubungan

  22. Ir. Quratul Aini, M.Si. – dari Kepala DPMPTSP menjadi Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik

  23. Buchari, S.E.T. – dari Kepala Bakesbangpol menjadi Sekretaris DPRD

  24. Drs. H. Akhmad Yulianto, M.Si. – dari Kepala DLH menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan

  25. Abdul Kadir Jaelani, S.Sos., M.Si. – dari Sekretaris Dinas PUPP menjadi Kepala Dinas PUPP

  26. Imam Hidayat, S.Kep., Ns., M.M.Kes. – dari Sekretaris DP3AKB menjadi Kepala DP3AKB


Bupati Situbondo Mas Rio menegaskan bahwa rotasi jabatan ini merupakan bagian dari strategi Human Capital Investment untuk memperkuat organisasi pemerintahan.


“Rotasi jabatan setiap dua tahun merupakan bagian dari Human Capital Investment. Saya mengibaratkan organisasi seperti tim sepak bola dunia, di mana pemain hebat hanya akan bertahan jika memiliki disiplin tinggi dan bersedia mengikuti aturan organisasi,” ujar Mas Rio, Jumat (16/1/2026).


Menurutnya, aset terbesar organisasi bukan hanya terletak pada aset fisik, tetapi pada kualitas dan investasi sumber daya manusia.


“Aset besar organisasi bukan hanya nilai aset fisik, tetapi seberapa besar investasi SDM-nya. Banyak pemain bintang gagal karena tidak tumbuh dalam organisasi yang matang atau tidak mau tunduk pada aturan. Saya membutuhkan Dream Team untuk membangun Situbondo bersama Mbak Ulfi dan DPRD,” tegasnya.


“Sebagai pemimpin, tugas saya adalah meramu komposisi tim agar menjadi Super Team. Ini tidak mudah dan menjadi ujian bagi saya. Saya ingin melihat langsung komitmen satu per satu terhadap Situbondo,” pungkasnya.


×
Berita Terbaru Update