Situbondo, Pemangkarnews.com — Dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam mengarah ke Pemerintah Desa Bayeman. Sejumlah program yang bersumber dari Dana Desa diduga bermasalah dan tidak berjalan sesuai ketentuan, mulai dari pengelolaan iuran warga hingga realisasi bantuan ternak sapi.
Aktivis Situbondo, Deny Rico, mengungkapkan adanya kejanggalan serius terkait pengelolaan keuangan desa. Salah satunya soal iuran warga terkait SPAM ( Sistem Penyediaan Air Minum ) Desa yang selama ini disebut berjalan lancar, namun desa masih kerap mengajukan dan menerima suntikan Dana Desa.
“Ini yang menjadi tanda tanya besar. Kalau iuran air warga lancar, lalu kenapa desa masih sering meminta tambahan dana dari DD untuk SPAM ? Ke mana aliran dana iuran tersebut selama ini?” tegas Deny Rico.
Tak hanya itu, Deny Rico juga menyoroti program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Bayeman. Ia menilai realisasi di lapangan jauh dari standar perencanaan dan penganggaran yang seharusnya.
“Antara anggaran dan realisasi RTLH ini sangat timpang. Kondisi bangunan yang direalisasikan tidak mencerminkan nilai anggaran yang dilaporkan,” ujarnya.
Dugaan paling serius muncul dari program bantuan ternak sapi yang bersumber dari Dana Desa. Berdasarkan data yang dihimpun, program tersebut menganggarkan 10 ekor sapi untuk 10 peternak, dengan nilai Rp15 juta per ekor dengan total anggaran mencapai Rp150 juta.Namun, fakta di lapangan diduga tidak sesuai.
“Nilai sapi yang dibagikan diduga tidak sampai Rp10 juta per ekor. Lebih parah lagi, penerimanya bukan peternak yang berhak, melainkan kerabat perangkat desa atau orang-orang dekatnya,” ungkap Deny Rico dengan nada keras kepada awak media ini. Rabu, 04 Februari 2026.
Atas berbagai temuan tersebut, Deny Rico menyatakan pihaknya saat ini tengah menyusun dan mengumpulkan data serta bukti pendukung. Ia memastikan langkah hukum akan segera ditempuh.
“Kami tidak asal bicara. Saat ini data sedang kami lengkapi. Dalam waktu dekat, dugaan penyelewengan Dana Desa Bayeman ini akan kami laporkan secara resmi ke APH dan pihak-pihak terkait,” pungkasnya.
Red_182

