Notification

×

Iklan

Iklan

Warga Patemon Kecewa: Jalan Rusak, Jembatan Darurat, Kabel Listrik Mengancam, Desa Dinilai Tutup Mata

Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:17 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-01T08:34:31Z


Situbondo,Pemangkarnews.com — Kekecewaan mendalam dirasakan warga Desa Patemon, Kecamatan Jatibanteng, terhadap pemerintahan desanya. Berbagai keluhan yang menyangkut kepentingan warga disebut sudah berulang kali disampaikan. Namun, hingga kini, tak satu pun mendapat tanggapan serius.


Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi memprihatinkan. Jalan desa di wilayah pegunungan tampak dipenuhi batu besar dan tanah tergerus, menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat melintas. Sementara itu, sebuah jembatan darurat hanya tampak disangga papan dan rangka besi seadanya di atas aliran sungai sehingga rawan ambruk dan mengancam keselamatan warga yang setiap hari bergantung pada akses tersebut.


“Kalau ada keluhan masyarakat, misalnya jalan rusak, pondasi roboh, sampai kabel listrik yang hampir kena rumah warga, tidak pernah ditanggapi,” ujar S, salah satu warga meyampaikan keluh kesahnya kepada awak media dengan nada kecewa.


Menurutnya, setiap laporan selalu berujung alasan klasik. Masalah jalan tak kunjung diperbaiki, pondasi yang roboh dibiarkan, sementara persoalan tiang dan kabel listrik disebut bukan urusan desa. Padahal, kabel listrik yang menjuntai rendah dinilai sangat berbahaya, terutama bagi warga yang tinggal berdekatan dengan jalur tersebut.


“Katanya bukan urusan desa. Tapi kalau sampai ada korban, siapa yang tanggung jawab?” tegasnya.


Warga menilai sikap ini sebagai bentuk pembiaran. Sebagai desa yang berada di kawasan pegunungan dengan risiko alam tinggi, seharusnya pemerintah desa lebih peka dan sigap terhadap laporan warga, bukan justru melempar tanggung jawab.




Kekecewaan pun semakin memuncak ketika warga mempertanyakan harus ke mana lagi mereka mengadu. Jalan dan jembatan bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi kehidupan: akses sekolah, ekonomi, layanan kesehatan, hingga keselamatan sehari-hari.


“Ini menyangkut hidup kami sehari-hari. Kalau desa tidak mau dengar, kami harus mengadu ke siapa lagi?” keluh warga lainnya.


Sementara itu Kades Patemon, Fadli saat dikonfirmasi melalui sambungan chat  whatsappnya mengatakan," Itu jembatan linpas desa  Wringinanom, Yang lewat warga desa Wringinanom dusun Krajan dan warga desa Patemon dusun Krajan. Kalau kabel listrik yang ada di tanah sudah di laporkan ke pihak PLN tapi tidak ada respon ". Ucapnya, Minggu 01 Februari 2026


Saat ditanyakan terkait jalan yang masih belum diaspal dan hanya bebatuan yang sulit dilewati apakah sudah dianggarkan dan belum ada perbaikan pak kades belum menjawab hingga berita ini ditayangkan. 



Red_182

×
Berita Terbaru Update