Notification

×

Iklan

Iklan

Diduga Jual Pupuk Subsidi di Luar E-RDKK, Kios UD TAS Tabun Dikeluhkan Petani Kembang Sari

Senin, 06 Juli 2026 | 20:41 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-06T15:43:29Z

Situbondo, Pemangkarnews.com – Dugaan penjualan pupuk subsidi yang tidak sesuai dengan data Electronic Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) mencuat di Desa Kembang Sari, Kecamatan Jatibanteng. Kios UD TAS Tabun diduga melayani penjualan pupuk subsidi kepada petani yang tidak terdaftar dalam E-RDKK dengan harga lebih tinggi, bahkan dijual secara eceran per kilogram.



Keluhan tersebut disampaikan sejumlah petani saat ditemui tim awak media di lokasi. Salah seorang petani berinisial M.H. mengaku kesulitan masuk dalam daftar E-RDKK sehingga terpaksa membeli pupuk dengan harga di atas ketentuan.



"Kalau yang masuk E-RDKK, pupuk Urea ditebus sekitar Rp100 ribu per sak dan NPK Phonska Rp105 ribu. Tapi yang tidak masuk daftar harus beli sekitar Rp120 ribu per sak. Harganya juga kadang naik tanpa ada penjelasan," keluhnya.

Tak hanya itu, petani juga mempertanyakan praktik penjualan pupuk subsidi secara eceran. 



Menurutnya, pembelian satu sak sering dibatasi, namun pembelian per kilogram justru tetap dilayani dengan harga sekitar Rp5.000 per kilogram. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya penjualan pupuk subsidi di luar mekanisme E-RDKK dengan harga yang lebih tinggi.



Hasil investigasi di lapangan juga menemukan keluhan lain dari petani. Mereka menyebut masa tanam di Desa Kembang Sari hanya berlangsung satu kali dalam setahun, namun distribusi pupuk subsidi yang diperkirakan mencapai sekitar 10 ton setiap bulan dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan riil petani.

"Kalau benar distribusinya sebanyak itu, pupuknya lari ke mana?" ujar salah seorang petani.



Atas dugaan tersebut, para petani meminta Aparat Penegak Hukum (APH), Dinas Pertanian, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), koordinator wilayah, Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), serta PT Pupuk Indonesia untuk turun langsung melakukan pengecekan terhadap distribusi pupuk subsidi, kesesuaian data E-RDKK, serta luas lahan pertanian di Desa Kembang Sari agar penyalurannya benar-benar sesuai kebutuhan petani.



Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kios UD TAS Tabun belum memberikan keterangan maupun klarifikasi terkait dugaan tersebut, Sambungan WA juga belum ditanggapi dengan notifikasi centang 1.

(IVR) 

×
Berita Terbaru Update