Notification

×

Iklan

Iklan

Sungai Nyamplong Mengancam, Warga Gebangan Resah, Sampah dan Kotoran Ayam Jadi Penyebab Banjir

Rabu, 29 April 2026 | 12:08 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-29T05:08:15Z

Situbondo, Pemangkarnews.com — Kondisi Sungai Nyamplong di Desa Gebangan, Kecamatan Kapongan, kian memprihatinkan. Tumpukan plastik, limbah rumah tangga hingga kotoran ayam terlihat menggunung di bantaran sungai yang dibuang sembarangan membuat aliran sungai tersendat, memicu genangan air yang mengancam pemukiman warga, 29/04/2026.


Masalah ini terjadi di sepanjang aliran sungai, mulai dari area Balai Desa Gebangan hingga depan Masjid Manaruf Falah. Saat hujan deras mengguyur, air meluap tak terkendali hingga menggenangi rumah warga dan bahkan masuk ke dalam masjid, dengan ketinggian hampir setengah badan orang dewasa. Tak hanya itu, lahan pertanian di sekitar juga ikut terdampak akibat genangan yang berkepanjangan.


Kepala Desa Gebangan, Joko Sabar mengaku resah dengan kondisi tersebut. Ia bersama H. Moh. Hijir Ismail langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan Danramil setempat. Dalam waktu dekat, Forkopimcam akan menggelar rapat dan sosialisasi kepada warga serta para pengusaha di sekitar lokasi untuk mencari solusi konkret.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Dampaknya sudah nyata dan membahayakan warga,” tegasnya.


Ironisnya, pelaku pembuangan sampah dan limbah masih misterius. Pihak desa mengaku kerap kecolongan karena aksi buang sampah dilakukan secara sembunyi-sembunyi, layaknya “petak umpet” dengan aparat desa.


Warga pun mendesak Pemerintah Kabupaten Situbondo segera turun tangan melakukan normalisasi sungai sebelum kondisi semakin parah.





Sementara itu, H. Moh. Hijir Ismail selaku warga Gebangan sekaligus Kapokdar Kamtibmas mengingatkan pentingnya kesadaran bersama. Ia menghimbau agar masyarakat tidak lagi membuang sampah maupun kotoran ayam ke sungai.

“Kalau terus dibiarkan, ini bukan cuma soal banjir, tapi juga soal kesehatan, Pencemaran lingkungan dan keselamatan bersama. Sungai itu bukan tempat sampah,” ujarnya.


Beliau juga menyampaikan bahwa diperlukan bangunan / bak truck sampah di lokasi sepanjang jalan Sekarputih Desa Gebangan tersebut serta diperluakan pengerukan untuk menormalisasi sungai tersebut yang sudah dangkal dan tidak pernah disentuh oleh Dinas Pengairan sebagai bentuk penanggulangan tanggap dini darurat bencana.

Kini, Sungai Nyamplong menjadi potret nyata ancaman lingkungan akibat ulah manusia. Pertanyaannya, sampai kapan warga harus bertahan dalam kondisi seperti ini?

Red_182

×
Berita Terbaru Update