Situbondo, Pemangkarnews.com — Isu dugaan perselingkuhan yang menyeret nama salah satu anggota DPRD Situbondo belakangan ramai jadi perbincangan warga. Namun, kabar yang beredar luas di media sosial itu dipastikan tidak benar dan dinilai hanya sebatas spekulasi tanpa bukti kuat.
Informasi yang beredar disebut-sebut lebih banyak berasal dari asumsi liar di dunia maya, tanpa disertai data atau fakta yang bisa dipertanggungjawabkan. Kondisi ini memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
Pihak berinisial EI pun angkat bicara. Ia secara tegas membantah tudingan perselingkuhan tersebut dan menegaskan bahwa isu itu tidak berdasar.
“Kalau persoalan perceraian kemudian diisukan sebagai akibat perselingkuhan, itu merupakan asumsi yang tidak tepat. Perceraian terjadi karena banyak perbedaan pendapat, prinsip, nilai hidup, serta tujuan dalam rumah tangga, yang juga dipengaruhi oleh kesibukan aktivitas masing-masing,” ujarnya.
Menurut EI, mengaitkan perceraian dengan isu perselingkuhan adalah bentuk penyederhanaan masalah yang keliru dan berpotensi menyesatkan opini publik.
Di sisi lain, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Situbondo melalui juru bicaranya, Hafid Yusik, turut angkat suara. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Dalam situasi seperti ini, masyarakat harus bijak. Jangan langsung percaya, apalagi menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya. Publik juga diingatkan untuk menghormati ranah privasi setiap individu,” tegas Hafid saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (24/4/2026).
Hafid Yusik menambahkan, penyebaran informasi yang tidak akurat tidak hanya merugikan individu yang bersangkutan, tetapi juga dapat mencoreng nama baik lembaga dan memicu kegaduhan sosial.
Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa di era digital, kecepatan informasi harus diimbangi dengan kehati-hatian. Tanpa verifikasi, isu bisa berubah menjadi fitnah yang berdampak luas.
Kini, publik diharapkan lebih cerdas memilah informasi, tidak sekadar ikut arus, dan tetap menjunjung etika dalam menyikapi persoalan pribadi seseorang.
Red_182
