Notification

×

Iklan

Iklan

Setoran Parkir di Pasar Asembagus Mencekik Petugas Parkir Mengadu ke Garda Sakera Wiltim

Sabtu, 25 April 2026 | 13:09 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-25T06:09:13Z


Situbondo, Pemangkarnews.com — Jeritan para petugas parkir di Pasar Asembagus akhirnya pecah ke permukaan. Mereka mengadukan beban setoran harian yang dinilai terlalu tinggi dan memberatkan, hingga harus “kejar target” demi setor ke pihak pasar.


Keluhan itu mencuat hari ini, Sabtu (25/04/2026), saat sejumlah petugas parkir menyampaikan langsung keresahannya. Besaran setoran disebut bervariasi, berkisar antara Rp170 ribu hingga Rp180 ribu per hari.


Para petugas parkir mengaku harus bekerja ekstra keras hanya untuk memenuhi setoran. Ironisnya, sisa uang yang bisa dibawa pulang untuk kebutuhan keluarga sangat minim, hanya sekitar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per hari.

“Setoran segitu tiap hari, kami harus kejar target. Kalau lagi sepi ya tekor sendiri. Yang dibawa pulang paling cuma Rp20 ribu sampai Rp30 ribu,” keluh salah satu petugas parkir.



Aduan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Garda Sakera Wilayah Timur (Wiltim). Rombongan yang terdiri dari Waketum Garda Sakera Erfan Efendi, Korwiltim Ainul Yakin, serta beberapa anggota, langsung mendatangi Kepala Pasar Asembagus untuk melakukan konfirmasi dan klarifikasi.

Pertemuan berlangsung di Kantor Pasar Asembagus, Situbondo, pada Sabtu, 25 April 2026.




Besarnya setoran dinilai tidak sebanding dengan pendapatan riil di lapangan. Kondisi ini membuat para petugas parkir berada di posisi tertekan, bahkan terancam tidak bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.


Wakil Ketua Umum Garda Sakera ,Erfan Efendi mengatakan, “Kami hadir bukan untuk mencari masalah, tapi menyuarakan aspirasi rakyat kecil. Kalau setoran itu dirasa terlalu tinggi dan tidak sesuai kondisi lapangan, tentu ini harus jadi perhatian serius. Jangan sampai petugas parkir yang notabene pekerja kecil malah terbebani kebijakan yang tidak berpihak. Kami akan kawal persoalan ini sampai ada solusi yang adil.”


sementara itu , Korwiltim Garda Sakera, Ainul Yakin menjelaskan, “Saya yang pertama menerima pengaduan dari para petugas parkir. Mereka mengaku sangat keberatan dengan setoran harian yang harus dipenuhi. Ini bukan sekadar angka, tapi soal perut keluarga mereka. Kami akan terus mengawal dan memastikan suara mereka sampai ke pihak yang berwenang.”


Saat ditemui di kantor Pasar Asembagus , Kepla pasar mengatakan bahwa

“Kami tegaskan, tidak ada penekanan dari pihak pasar. Besaran setoran itu merupakan ketentuan dari dinas, bukan kebijakan pasar. Namun demikian, keluhan ini akan kami sampaikan ke Diskoperindag untuk ditindaklanjuti.” jelasnya.


Kasus ini menjadi potret nyata bagaimana kebijakan di lapangan bisa berdampak langsung pada ekonomi masyarakat kecil. Garda Sakera memastikan akan terus mengawal persoalan ini, sementara para petugas parkir berharap ada evaluasi agar beban setoran tidak lagi mencekik.

Red_182

×
Berita Terbaru Update