Situbondo, Pemangkarnews.com — Proyek KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) yang merupakan program nasional yang digagas oleh Prabowo Subianto kini mulai menuai sorotan di daerah. Program ini sebelumnya diluncurkan sebagai strategi besar pemerintah untuk membangun ekonomi desa melalui pembentukan puluhan ribu koperasi di seluruh Indonesia dan memperkuat kesejahteraan masyarakat berbasis desa.
Di Kabupaten Situbondo, pelaksanaan KDMP justru memunculkan tanda tanya. Aktivis lokal, Deni Rico, menegaskan akan mendalami proyek tersebut karena dinilai belum transparan kepada publik. Ia menyebut masyarakat berhak mengetahui secara jelas arah dan pengelolaan proyek yang disebut-sebut sebagai program besar nasional tersebut.
Menurut Deni Rico, hampir seluruh kepala desa di daerah itu tidak mengetahui secara rinci terkait pengelolaan proyek maupun proses pengadaan bangunan KDMP. Kondisi ini dinilai janggal, mengingat program tersebut menyasar langsung ke desa-desa. Ia menilai transparansi kegiatan dan mekanisme pelaksanaan seakan tidak terbuka ke publik.
“Saya akan mendalami lebih lanjut untuk memberikan informasi kepada masyarakat, apalagi ini di daerah kita sendiri Situbondo. Kita akan buka siapa dalang di balik proyek mega ini,” tegasnya kepada awak media 8/04/2026.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: siapa yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan proyek KDMP di daerah, bagaimana mekanisme pengelolaannya, serta mengapa pemerintah desa tidak dilibatkan secara terbuka.
Deni Rico memastikan pihaknya akan mengumpulkan data dan fakta lapangan untuk mengungkap pihak-pihak yang berada di balik pelaksanaan proyek tersebut. Ia juga mendesak adanya keterbukaan informasi agar program nasional yang digagas pemerintah pusat tidak menimbulkan polemik di tingkat desa.
Red_182
