Notification

×

Iklan

Iklan

Tangis Pilu Warga Bantaran Sungai Lubawang

Minggu, 29 Maret 2026 | 19:42 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-29T12:44:04Z

Situbondo, Pemangkarnews.com - Suasana pilu menyelimuti warga bantaran Sungai Lubawang. Sejumlah rumah dilaporkan mengalami longsor akibat tergerus arus sungai pascabanjir, bahkan sebagian bangunan sudah retak dan terancam roboh.


Warga mengaku hingga kini masih bertahan di rumah masing-masing karena tidak memiliki tempat tinggal lain.


Pak Musthofa, salah satu warga terdampak, mengungkapkan langsung kepada awak media bahwa dirinya mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Dinding pondasi rumahnya ambrol, sementara retakan besar tampak membelah tembok bangunan.


Ia khawatir rumahnya bisa runtuh sewaktu-waktu, terlebih setiap hujan turun debit air sungai meningkat dan menggerus tanah di sekitar pondasi.

“Kami bingung harus mengadu ke siapa. Sampai sekarang belum ada bantuan yang datang. Kerugian kami besar, usaha rongsokan juga terdampak,” ujarnya dengan nada sedih. Ia juga mengaku masih mengalami trauma sejak banjir pertama terjadi, bahkan dihantui rasa takut setiap kali hujan turun.


Dari pantauan di lokasi, longsor terjadi tepat di tepi aliran sungai. Tanah yang tergerus membuat bagian halaman hingga pondasi rumah ambles. Tumpukan karung dan material seadanya tampak dipasang warga sebagai penahan darurat. Namun kondisi tersebut dinilai tidak cukup kuat menghadapi arus sungai yang terus mengikis.


Warga berharap pemerintah segera turun tangan melakukan normalisasi sungai serta pemasangan bronjong atau tangkis penahan tebing. Mereka khawatir jika tidak segera ditangani, kerusakan akan meluas dan mengancam keselamatan penghuni.

Peristiwa ini terjadi pascabanjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu menyebabkan struktur tanah menjadi labil.


Hingga kini masyarakat masih bertahan di rumah yang rusak karena keterbatasan ekonomi. Mereka berharap ada perhatian cepat agar bencana susulan dapat dicegah dan keselamatan warga terjamin.

“Kami hanya ingin ada tindakan nyata. Jangan sampai menunggu korban dulu baru ada perbaikan,” kata warga lainnya.


Situasi di bantaran Sungai Lubawang kini menjadi alarm serius. Jika tidak segera dilakukan normalisasi dan penguatan tebing, bukan tidak mungkin rumah-rumah lain akan menyusul rusak. Warga hanya bisa menunggu sambil dihantui rasa cemas setiap hujan turun. / IVR

×
Berita Terbaru Update