Notification

×

Iklan

Iklan

Kompensasi Selisih Harga Pupuk Subsidi Tak Kunjung Jelas, Kios Pengecer dan Petani Situbondo Menjerit

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-01T14:00:33Z

 


Situbondo, Pemangkarnews.com — Kegelisahan melanda sejumlah kios pengecer dan kelompok tani di Situbondo. Mereka mengaku hingga kini masih menunggu kepastian kompensasi pengembalian modal atas penebusan pupuk bersubsidi yang tak kunjung ada kejelasan dari PT Pupuk Indonesia.


Para kios pengecer menyebut, selisih harga akibat penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) membuat mereka merugi besar. Saat awal penebusan dari distributor, pupuk urea diambil dengan harga sekitar Rp125.000 per sak dan NPK Phonska Rp115.000 per sak. Setelah kebijakan perubahan harga, selisih per karung mencapai kisaran Rp20 ribu, yang seharusnya dikompensasikan kepada pengecer.


“Sudah berbulan-bulan kami disuruh menunggu. Katanya bukan hanya di Situbondo, daerah lain juga sama. Tapi sampai kapan?” keluh salah satu kios pengecer yang enggan disebut namanya.

Keresahan paling terasa di wilayah Jatibanteng, Besuki,Mlandingan, Bungatan, hingga Suboh. Banyak kios pengecer mengaku kerugian mereka sudah mencapai puluhan juta rupiah karena modal penebusan berasal dari pinjaman.


Menurut mereka, ketidakjelasan ini menimbulkan ketimpangan. Ketika kios melakukan kesalahan administrasi atau distribusi, sanksi cepat dijatuhkan. Namun saat kerugian terjadi akibat kebijakan harga, kompensasi justru tak kunjung direalisasikan.


“Modal kami utang untuk nebus pupuk. Kalau kompensasi tidak jelas, kami bisa bangkrut,” ujar pemilik kios pengecer lainnya dengan nada geram.

Saat dikonfirmasi, salah satu pengawas pupuk di lapangan hanya meminta kios pengecer bersabar. Ia berdalih persoalan kompensasi terjadi secara nasional, bukan hanya di Situbondo.


Meski demikian, para kios pengecer dan kelompok tani berharap ada kepastian waktu pencairan. Mereka mendesak pihak penyedia pupuk tidak menutup mata terhadap kerugian di tingkat bawah.


“Jangan sampai kebijakan tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Kami ini ujung tombak distribusi ke petani,” tegas seorang pengecer.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai kapan kompensasi pengembalian selisih harga pupuk bersubsidi tersebut akan direalisasikan. Para kios pengecer  kini hanya bisa menanti, di tengah tekanan utang dan kebutuhan musim tanam yang terus berjalan./IF

×
Berita Terbaru Update