Situbondo, Pemangkarnews.com – Kegiatan pemeliharaan jalan jenis lapen di wilayah Kecamatan Besuki, tepatnya dari Desa Demas hingga Langkap, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek yang diduga bersumber dari anggaran APBD tersebut diduga dikerjakan asal-asalan dan minim pengawasan.
Pantauan di lokasi, terlihat pekerjaan perbaikan jalan hanya dilakukan pada bagian tertentu dengan material yang diragukan kualitasnya. Bahkan, warga menyebut campuran material diduga bercampur tanah ikut dipasang, yang berpotensi mengurangi kekuatan dan daya tahan aspal.
“Baru saja dikerjakan, tapi sudah mulai rusak. Di bagian tengah jalan aspalnya sudah mengelupas,” keluh salah satu warga kepada awak media, Kamis (18/03/2026).
Tak hanya itu, warga juga mempertanyakan tidak adanya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Padahal, transparansi anggaran dan jenis pekerjaan menjadi hal wajib dalam setiap kegiatan yang menggunakan dana publik.
Masyarakat menilai, meskipun hanya bersifat pemeliharaan, pekerjaan tetap harus mengacu pada spesifikasi teknis yang benar, bukan sekadar asal jadi. Jika dibiarkan, kondisi ini dikhawatirkan berpotensi mengarah pada dugaan tindak pidana korupsi.
“Ini anggaran negara, harusnya dikerjakan dengan baik. Kalau materialnya saja sudah tidak sesuai spek, ini patut dipertanyakan,” Ujar salah satu tokoh masyarakat.
Ironisnya, proyek tersebut disebut-sebut hanya dikuasai oleh satu pihak dari ujung timur hingga barat, sehingga memunculkan dugaan lemahnya pengawasan dari pihak terkait.
Dengan kondisi jalan yang sudah kembali rusak dalam waktu singkat, masyarakat mempertanyakan manfaat dari proyek tersebut. Mereka berharap ada evaluasi serius dari instansi berwenang, serta tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran dalam pelaksanaannya.
/IVR
