Notification

×

Iklan

Iklan

Di Tengah Gelap Gulita, FKDM Bagikan Ratusan Nasi Bungkus kepada Warga Terdampak Banjir

Minggu, 08 Maret 2026 | 20:34 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-08T13:38:56Z

Situbondo, Pemangkarnews.com – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Situbondo pada Sabtu malam (8/3/2026) memicu bencana di berbagai wilayah. Hujan deras yang berlangsung berjam-jam membuat debit sungai meluap hingga merendam permukiman warga di sejumlah kecamatan.


Tak hanya banjir, kondisi semakin mencekam karena listrik dan jaringan internet di sejumlah wilayah sempat lumpuh, membuat warga kesulitan berkomunikasi dan melakukan aktivitas rumah tangga.


Di tengah kondisi tersebut, kepedulian sosial muncul dari Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Situbondo yang turun langsung membantu warga terdampak.


Pada Minggu Malam (9/3/2026), FKDM membagikan ratusan nasi bungkus kepada korban banjir di wilayah Lubawang Situbondo, terutama bagi warga yang masih bertahan di rumah masing-masing. Aksi sosial tersebut bahkan dilakukan dalam kondisi gelap gulita karena  listrik padam di  lokasi.




Ketua FKDM Situbondo, Teddy Pramono, mengatakan aksi tersebut merupakan inisiatif bersama seluruh anggota FKDM sebagai bentuk kepedulian di bulan suci Ramadan.


“Hari ini kita turun dengan inisiatif bersama seluruh anggota FKDM di bulan Ramadan membantu sebisa kita dengan membagikan nasi bungkus agar para warga terdampak bisa terbantu di bulan suci ini, meskipun dalam suasana gelap gulita saat membagikan ,” ujarnya.


Senada dengan itu, Wakil Ketua FKDM Situbondo, H. Moh. Hijir Ismail, yang juga merupakan Ketua Pokdar Bhayangkara Polres Situbondo mengajak semua pihak untuk peduli terhadap sesama di tengah musibah yang melanda.


“ Kondisi sangat memprihatikan apalagi saat listik padam mereka butuh uluran tangan, Ayo kita bantu mereka yang terdampak, apalagi di bulan suci ini. Niatkan karena Allah membantu sesama. Terima kasih kepada teman-teman yang telah bahu membahu memberikan dukungan dan support kepada kami. Bismillah, niat karena Allah membantu sesama di saat kondisi banjir demi kelangsungan hidup warga terdampak yang tengah menjalankan ibadah puasa walaupun hanya ini yang saat ini bisa kita lakukan.” ungkapnya.



Bencana banjir sendiri bukan kali pertama terjadi di Situbondo. Curah hujan tinggi kerap memicu luapan sungai di wilayah barat seperti Banyuglugur dan Besuki, yang menyebabkan ribuan rumah warga terdampak serta aktivitas masyarakat terganggu.


Laporan sementara menyebutkan banjir terjadi di wilayah Banyuglugur (Kalianget, Lubawang), Besuki (Besuki, Kalimas, Pesisir), Jatibanteng, Mlandingan (Selomukti, Sumberpinang), Bungatan, Kendit (Kendit, Klatakan), Situbondo (Kotakan), hingga Suboh (Gunung Malang).


Tak hanya banjir, cuaca ekstrem juga memicu angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang dan rumah roboh di Arjasa (Sletreng), Panji (Curah Jeru, Battal, Siliwung), Situbondo (Dawuhan dan Patokan), Suboh (Dauhan), Kapongan (Cottok, Pokaan, Sletreng), Besuki, hingga Panarukan (Kilensari). Sementara itu tanah longsor dilaporkan terjadi di Lubawang, Banyuglugur.


Data yang dihimpun menyebutkan hujan deras sejak sore hingga malam membuat sejumlah sungai tak mampu menampung debit air sehingga meluap ke permukiman warga. Di beberapa lokasi, ketinggian air dilaporkan mencapai puluhan sentimeter hingga lebih dari satu meter dan merendam ribuan rumah warga.

Red_182

×
Berita Terbaru Update