SITUBONDO, Pemangkarnews.com – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Situbondo kembali memantik sorotan publik. Di tengah derita warga, muncul pertanyaan tajam yang kini ramai diperbincangkan masyarakat: siapa sebenarnya yang diuntungkan ketika banjir datang?
Pertanyaan itu mencuat setelah kritikan keras disampaikan oleh Bang Ipoel Sakera dalam siaran langsung TikTok miliknya 11/03/2026. Dalam live tersebut, Bang Ipoel dengan nada lantang menyinggung pihak yang menurutnya justru diuntungkan ketika bencana merusak berbagai fasilitas daerah.
“Kontraktor… kontraktorlah yang diuntungkan,” tegasnya dalam siaran tersebut.
Pernyataan itu merujuk pada kondisi yang kerap terjadi setiap kali banjir menerjang Situbondo. Sejumlah sarana dan prasarana seperti bendungan, jalan kabupaten, hingga fasilitas umum lainnya rusak dan mengelupas akibat terjangan air, yang pada akhirnya memunculkan kembali proyek-proyek perbaikan infrastruktur.
Di sisi lain, fakta di lapangan menunjukkan situasi berbeda. Saat banjir melanda dan warga terdampak membutuhkan pertolongan cepat, Bupati Situbondo Mas Rio justru terlihat turun langsung bersama relawan membantu masyarakat yang menjadi korban bencana.
Namun menurut Bang Ipoel, saat kondisi darurat seperti itu, para kontraktor justru tidak terlihat.
“Ketika banjir datang, kontraktor diam semua. Tangan lumpuh, kaki lumpuh, otaknya lumpuh, bahkan perasaannya juga lumpuh. Tapi nanti setelah RAPBD keluar terkait proyek, mereka datang mengemis-ngemis meminta pekerjaan,” kritiknya.
Ucapan tersebut langsung memicu perbincangan panas di tengah masyarakat Situbondo. Sebagian warga menilai pernyataan itu sebagai kritik keras dengan keadaan fakta yang terlihat selama ini terhadap sistem pembangunan dan proyek infrastruktur daerah.
Bahkan dalam rekaman voice WA suara Mas Rio, Bupati Situbondo, yang beredar di grup WhatsApp, dirinya meluapkan kekecewaan terhadap kontraktor di tengah bencana banjir Situbondo, "Gimana ini, jembatan masih kurang, kemarenya hanya ada sumbangan dari PT untuk jembatan, kontraktor-kontraktor tidak ada suaranya, nanti kalau ada proyek perbaikan pasca banjir rebutan, kalau giliran sosial tidak ada suaranya sama sekali". Ucapnya ( dalam Bahasa Madura ) dengan nada kecewa yang mendalam.
Situasi ini juga memunculkan persepsi di kalangan masyarakat bahwa Bupati Situbondo seakan berjuang sendiri menghadapi bencana, sementara pihak-pihak lain yang berkepentingan terhadap proyek infrastruktur tidak terlihat saat kondisi darurat berlangsung.
Hingga kini, polemik tersebut terus menjadi perbincangan panas publik di berbagai kalangan, mulai dari warga biasa hingga pegiat sosial.
Red_182
