Notification

×

Iklan

Iklan

Milyaran Rupiah Digelontorkan, Hasil Hotmix Dinilai Buruk: Warga Keluhkan Jalan Baru Tak Mulus

Jumat, 28 November 2025 | 15:04 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-28T08:09:04Z

 


Situbondo,Pemangkarnews.com – Proyek peningkatan jalan Ruas Widoro Payung – Baderan, yang berlokasi di Sumbermalang dan dibiayai APBD 2025 dengan nilai kontrak Rp 3,257 miliar, kini menuai sorotan tajam. Hanya sekitar satu minggu setelah proses pengaspalan, kondisi permukaan jalan sudah tampak tidak rata, bergelombang, dan berkerikil di banyak titik.


Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, terlihat beberapa bagian permukaan hotmix yang tidak padat, berbintik batu, bahkan tampak seperti tidak tercampur merata. Di beberapa titik juga terlihat bekas tambalan seolah dikerjakan terburu-buru. Padahal, pekerjaan ini tercantum sebagai Hotmix ACWC, yang seharusnya memiliki kualitas jauh lebih padat dan halus.


Pada papan informasi proyek, pekerjaan ini dilaksanakan oleh CV Cahaya Baru, dengan volume sepanjang 4.126 meter. Namun, temuan di lapangan justru menunjukkan adanya indikasi bahwa proses pelaksanaan tidak mengikuti standar mutu, terutama karena penggelaran aspal dilakukan saat kondisi hujan, yang secara teknis sangat tidak dianjurkan.


Seorang warga sekitar berinisial R mengaku kecewa dengan kualitas pekerjaan tersebut.

“Permukaan jalannya kok begini, mas… belum ada seminggu sudah kelihatan nggak rata. Waktu ngegelar itu hujan, jadi ya hasilnya begini. Kita masyarakat yang rugi,” ujar R saat ditemui di lokasi.


R juga menambahkan bahwa warga merasa heran karena proyek miliaran rupiah justru menunjukkan kualitas yang menurut mereka jauh dari harapan.




“Kalau aspal dikerjakan pas hujan, ya pasti nggak nempel bagus. Harusnya ada pengawasan dari dinas. Jangan sampai uang negara sebesar itu malah terbuang karena pekerjaan asal-asalan,” tegasnya.


Pantauan visual di lapangan memperlihatkan kondisi yang patut dipertanyakan:

  • Banyak bagian permukaan hotmix berkerikil dan tidak merekat.

  • Tampak beberapa tambalan di tengah badan jalan meski pekerjaan masih baru.

  • Struktur jalan terlihat bergelombang dan tidak konsisten.

Kondisi ini menguatkan dugaan bahwa pekerjaan dilakukan tanpa kontrol kualitas ketat, serta tidak sesuai standar teknis konstruksi jalan beraspal.


Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor maupun perwakilan Dinas Pekerjaan Umum belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga serta temuan lapangan tersebut.


Sementara itu, warga berharap adanya tindakan cepat dari pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan ulang sebelum kerusakan semakin parah.

Red_182

×
Berita Terbaru Update