Situbondo, Pemangkarnews.com – Abu tolato yang diduga berasal dari aktivitas giling tebu di PG Asembagus kembali menjadi sorotan masyarakat. Debu hitam yang beterbangan tidak hanya mengotori lingkungan, tetapi juga dikeluhkan mengganggu kesehatan, aktivitas warga, hingga keselamatan pengguna jalan di wilayah Kecamatan Asembagus.
Keluhan mengenai abu tolato sebenarnya bukan persoalan baru. Sejak beberapa tahun terakhir, warga sekitar pabrik, pedagang pasar, hingga pengendara yang melintas di jalur Pantura Asembagus berulang kali menyampaikan keberatan atas dampak debu yang masuk ke rumah-rumah warga dan menyebabkan mata perih saat berkendara.
Bahkan, sejumlah laporan sebelumnya menyebutkan bahwa abu tolato kerap beterbangan saat musim giling berlangsung dan dianggap berpotensi membahayakan pengendara karena mengganggu penglihatan.
Di sisi lain, pihak PG Asembagus pernah menyatakan telah melakukan berbagai upaya perbaikan sistem penanganan abu dan pengendalian dampak lingkungan agar pencemaran dapat diminimalisir. Dinas terkait juga beberapa kali melakukan evaluasi serta monitoring terhadap persoalan tersebut.
Namun fakta yang dirasakan sebagian masyarakat dinilai masih berbeda dengan laporan perbaikan yang disampaikan. Keluhan mengenai abu tolato, dugaan dampak terhadap lahan pertanian, hingga gangguan aktivitas ekonomi warga masih terus terdengar setiap musim giling tiba.
Pertanyaan yang kini muncul di tengah masyarakat Asembagus cukup sederhana namun mendasar: sampai kapan abu tolato menjadi persoalan tahunan yang terus berulang?
Warga berharap pemerintah, dinas terkait, dan manajemen PG Asembagus dapat menghadirkan solusi yang benar-benar dirasakan masyarakat, bukan sekadar perbaikan di atas laporan administrasi. Sebab bagi warga sekitar, udara bersih, lingkungan sehat, dan rasa aman saat beraktivitas adalah hak yang tidak boleh dikorbankan oleh musim giling yang datang setiap tahun.
"Jika setiap musim giling warga masih harus menutup pintu rapat-rapat, memakai kacamata saat ke pasar, dan khawatir saat berkendara, maka persoalan abu tolato belum bisa dikatakan selesai," demikian suara yang kini kembali menggema dari Asembagus.
Red_182
