Situbondo, Pemangkarnews.com – Polemik pelayanan di Puskesmas Kendit yang sempat menjadi perbincangan masyarakat di media sosial dan Grup WhatsApp Forum Diskusi Kendit akhirnya menemukan titik terang. Didampingi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Situbondo, keluarga pasien dan pihak Puskesmas Kendit sepakat menyelesaikan persoalan secara damai dan kekeluargaan.
Mediasi berlangsung pada Senin (22/6/2026) di Puskesmas Kendit dan dihadiri Kepala Puskesmas Kendit, Heri Winarno,S.kep, Ketua FKDM Kabupaten Situbondo Teddy Pramono, anggota FKDM Deni, staf pelayanan, serta keluarga pasien Nurholifa dan Agustin.
Permasalahan bermula pada Sabtu (20/6/2026) saat Agustin dan Nurholifa mengurus pemeriksaan, rujukan, serta administrasi Program Berantas untuk anggota keluarganya yang sedang sakit. Dalam proses tersebut, keluarga pasien beberapa kali mendatangi Puskesmas Kendit guna melengkapi persyaratan administrasi dan pemeriksaan.
Namun, saat mengurus administrasi terkait status BPJS pasien yang tidak aktif, keluarga pasien mengaku merasa kurang nyaman dengan cara komunikasi yang disampaikan salah satu petugas pelayanan. Kekecewaan tersebut kemudian disampaikan melalui Grup WhatsApp Forum Diskusi Kendit dan mendapat respons dari sejumlah warga yang mengaku memiliki pengalaman serupa.
Seiring berkembangnya pembahasan di media sosial hingga menjadi sorotan media online, FKDM Kabupaten Situbondo mengambil langkah cepat dengan mendampingi kedua belah pihak dalam forum mediasi.
Dalam pertemuan tersebut, keluarga pasien menjelaskan bahwa inti persoalan bukan pada proses administrasi maupun pelayanan kesehatan yang diterima, melainkan pada sikap dan komunikasi yang dirasakan kurang berkenan saat memberikan pelayanan.
Selaku petugas pelayanan menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada keluarga pasien. Ia mengakui adanya kekhilafan dalam penyampaian komunikasi dan berkomitmen menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi agar pelayanan ke depan lebih baik.
Kepala Puskesmas Kendit, Heri Winarno, S.Kep, juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami keluarga pasien. Pihaknya berjanji melakukan evaluasi internal serta memperkuat kualitas pelayanan, terutama dalam aspek komunikasi dan etika pelayanan kepada masyarakat.
Suasana mediasi yang berlangsung terbuka dan penuh kekeluargaan akhirnya menghasilkan kesepakatan damai. Momen haru pun terlihat ketika kedua belah pihak saling berjabat tangan, berpelukan, dan bermaafan sebagai tanda berakhirnya persoalan.
Berdasarkan hasil kajian FKDM Kabupaten Situbondo, persoalan tersebut lebih disebabkan oleh miskomunikasi dan kurang optimalnya komunikasi pelayanan, bukan karena adanya penolakan pelayanan kesehatan. Meski demikian, tingginya perhatian masyarakat terhadap isu tersebut menjadi catatan penting bagi peningkatan kualitas pelayanan publik.
FKDM juga merekomendasikan agar Puskesmas Kendit terus memperkuat budaya pelayanan prima, meningkatkan kemampuan komunikasi petugas, serta mengoptimalkan mekanisme penanganan keluhan masyarakat agar setiap persoalan dapat diselesaikan lebih cepat dan tidak berkembang di ruang publik.
Ketua FKDM Kabupaten Situbondo, Teddy Pramono yang akrab disapa Cak Teddy, mengapresiasi sikap terbuka kedua belah pihak yang memilih menyelesaikan persoalan melalui dialog.
"Alhamdulillah mediasi berjalan kondusif dan menghasilkan kesepahaman bersama. FKDM hadir sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan lembaga pelayanan publik. Yang paling penting bukan mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana persoalan ini menjadi bahan evaluasi dan perbaikan demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat," ujar Cak Teddy.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kendit, Heri Winarno, menegaskan pihaknya menerima seluruh masukan masyarakat sebagai bagian dari proses pembenahan layanan.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan keluarga pasien. Kami berterima kasih atas masukan yang diberikan. Ini menjadi evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperbaiki komunikasi, dan memastikan seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang ramah, profesional, dan humanis," tegas Heri.
Dengan berakhirnya mediasi tersebut, FKDM berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran bersama bahwa komunikasi yang baik merupakan bagian penting dari pelayanan publik, sekaligus menjadi momentum peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kecamatan Kendit.
Red_182
