Notification

×

Iklan

Iklan

Disdikbud Situbondo Pastikan SDN 3 Seletreng Masuk Prioritas Tahun Ini

Senin, 08 Juni 2026 | 13:00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-08T06:04:35Z

 



Situbondo, Pemangkarnews.com – Kabar baik bagi warga dan wali murid SDN 3 Seletreng. Setelah sempat menjadi sorotan akibat kondisi bangunan yang rusak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Situbondo memastikan sekolah tersebut akan kembali diusulkan dan diproyeksikan mendapat penanganan pada tahun 2026.


Kepala Disdikbud Situbondo, Sopan Efendi, menegaskan bahwa SDN 3 Seletreng berpeluang besar ter-cover dalam program revitalisasi sekolah tahun ini.

"Untuk SDN 3 Seletreng insya Allah bisa ter-cover tahun ini," ujar Sopan Efendi, Senin (8/6/2026).


Namun, persoalan sekolah rusak di Situbondo ternyata bukan hanya terjadi di satu titik.

Berdasarkan data Disdikbud Situbondo, sedikitnya terdapat 343 sekolah yang membutuhkan revitalisasi. Dari jumlah tersebut, hanya 285 sekolah yang berhasil masuk dalam Sistem Informasi Pendataan Sarana dan Prasarana (SIP Sarpras) hingga akhir 2025.


Ironisnya, meski seluruh data telah diusulkan, hanya 170 sekolah yang bisa terakomodasi melalui aplikasi revitalisasi (Revit).


Menurut Sopan, SDN 3 Seletreng sebelumnya belum masuk prioritas lantaran diduga terlambat mengunggah data ke sistem. Untuk memastikan kondisi riil di lapangan, tim Disdikbud mulai hari ini diterjunkan kembali melakukan pengecekan sebelum pengusulan ulang dilakukan.

"Kemungkinan kemarin terlambat meng-upload. Mulai hari ini tim akan cek lapangan lagi, kemudian kita usulkan kembali," katanya.


Melihat banyaknya sekolah yang membutuhkan perhatian, Disdikbud Situbondo bahkan telah membawa persoalan tersebut langsung ke pemerintah pusat. Atas izin Bupati Situbondo, Beliau telah melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal terkait untuk menyampaikan kondisi sekolah-sekolah yang memerlukan perbaikan.




Hasilnya cukup menggembirakan. Pemerintah pusat disebut tengah menyiapkan program revitalisasi nasional terhadap 11.000 sekolah pada tahun 2026. Meski demikian, sekitar 4.000 sekolah dialihkan ke wilayah Sumatera dan Aceh untuk penanganan pascabencana, sehingga tersisa sekitar 7.000 sekolah yang akan diperebutkan daerah lain, termasuk Situbondo.


Di sisi lain, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga menyambut positif kebijakan pemerintah kabupaten Situbondo yang pokirnya di Dinas Pendidikan hanya boleh untuk kegiatan rehabilitasi sekolah, pembangunan ruang kelas baru (RKB), dan fasilitas toilet.


Sebagai bukti keseriusan penanganan infrastruktur pendidikan, sepanjang tahun 2025 lalu Disdikbud Situbondo berhasil merealisasikan perbaikan di 90 lembaga pendidikan dengan total anggaran mencapai Rp54 miliar.

Red_182

×
Berita Terbaru Update