Situbondo,Pemangkarnews.com – Kreativitas dan tradisi berpadu apik dalam Kirab Ancak Agung Kabupaten Situbondo. Di tengah semarak sekitar 2.400 ancak yang diarak masyarakat dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, Perumda Air Minum Tirta Baluran Situbondo berhasil mencuri perhatian dewan juri dan dinobatkan sebagai Juara 1 Lomba Kirab Ancak Agung 2026.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi jajaran Perumda Tirta Baluran. Dalam penilaian lomba, tiga peserta terbaik ditetapkan sebagai pemenang. Juara 1 diraih Perumda Air Minum Tirta Baluran, Juara 2 Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, sedangkan Juara 3 diraih SMPN 1 Panji.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Baluran Situbondo, Asy’ari, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Baginya, penghargaan ini bukan hanya soal memenangkan sebuah perlombaan, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi atas komitmen jajaran Perumda dalam menjaga sekaligus mengembangkan tradisi lokal Situbondo.
“Alhamdulillah, Perumda Air Minum Tirta Baluran Situbondo meraih juara 1. Konsep Ancak Agung yang dibuat Perumda Tirta Baluran mengusung desain kekinian, namun tetap mempertahankan nilai dan makna tradisi yang terkandung dalam Kirab Ancak Agung,” ujar Asy’ari, Sabtu (15/8/2026).
Konsep yang diusung Tirta Baluran menjadi gambaran bagaimana sebuah tradisi dapat terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan ruh dan filosofinya.
Sentuhan desain modern dipadukan dengan unsur tradisional sehingga Ancak Agung tampil lebih atraktif dan relevan, terutama bagi generasi muda. Namun di balik tampilan tersebut tetap tersimpan pesan religius, nilai budaya, serta semangat pelestarian kearifan lokal.
Bagi Tirta Baluran, kemenangan ini menjadi bukti bahwa inovasi dan tradisi bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya justru dapat berjalan beriringan untuk membuat budaya lokal semakin hidup dan dikenal lintas generasi.
Kirab Ancak Agung sendiri merupakan tradisi masyarakat Situbondo yang digelar secara turun-temurun sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Tahun ini, kemeriahan semakin terasa dengan keterlibatan ribuan masyarakat yang membawa ancak berisi hasil bumi dan berbagai bentuk kreasi. Kirab tersebut bergerak dari dua sisi menuju kawasan Alun-Alun Situbondo dan menjadi tontonan masyarakat sepanjang jalur kirab.
Ancak Agung telah menjelma menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan, gotong royong, persaudaraan, dan toleransi. Tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi itu sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan zaman tidak harus membuat masyarakat meninggalkan akar budayanya.
Red_182
