Notification

×

Iklan

Iklan

Proyek Siluman Jembatan Limpas Wringin Anom Diduga Abaikan Spesifikasi dan Minim Pengawasan

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:32 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-17T04:19:56Z

Situbondo, Pemangkarnews.com – Proyek pembangunan jembatan limpas di Desa Wringin Anom, Kecamatan Jatibanteng, mulai menuai sorotan tajam dari warga dan awak media. Pasalnya, proyek yang disebut-sebut bernilai besar itu diduga dikerjakan asal jadi dan terkesan seperti “proyek siluman” karena tidak ditemukan papan informasi kegiatan di lokasi pekerjaan. Hanya kerangka kayu yang tergeletak di pinggir sungai yang diduga memang sengaja tidak dipasangi papan informasi tersebut.Sabtu, 16 Mei 2026



Ironisnya lagi, berdasarkan informasi masyarakat sekitar, material batu untuk pondasi diduga diambil langsung dari sekitar aliran sungai setempat. Kondisi pemasangan pondasi pun disebut dilakukan saat area masih tergenang air, sehingga memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas konstruksi jembatan tersebut.



“Pekerjaan bakesting terlihat carut-marut. Yang ngatur langsung para kuli, sementara mandor maupun pelaksana hampir tidak pernah terlihat memberi arahan,” ungkap salah satu warga yang enggan disebut namanya.



Hal senada juga disampaikan salah satu operator excavator di lokasi proyek. Ia mengaku bingung membedakan siapa mandor dan siapa pekerja biasa karena seluruh tukang memegang gambar kerja sendiri-sendiri tanpa briefing yang jelas.

“Iya, Pak. Saya juga kurang paham mana mandor, mana kuli. Setiap tukang pegang gambar sendiri. Arahan langsung hampir tidak ada, mungkin lewat WhatsApp atau telepon,” ujarnya.



Kondisi tersebut semakin memperkuat dugaan lemahnya pengawasan lapangan dalam proyek pembangunan jembatan limpas tersebut.

Saat dikonfirmasi awak media, salah satu pekerja juga mengaku jarang melihat keberadaan mandor di lokasi.

“Saya juga nggak tahu yang mana mandornya. Kadang datang pagi, habis itu hilang lagi, Mas,” katanya singkat.



Sementara itu, Kepala Desa Wringin Anom saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp mengaku belum mengetahui secara jelas siapa pihak yang bertanggung jawab penuh terhadap proyek tersebut.

“Katanya orang Asembagus, inisial A. Coba datang lagi hari Senin, siapa tahu ada di lokasi,” jawab kepala desa singkat.



Namun, saat diminta nomor kontak pihak pelaksana atau mandor proyek, kepala desa tidak memberikan jawaban pasti.



Melihat kondisi di lapangan, tim awak media Pemangkarnews mendesak pihak rekanan maupun Dinas Terkait  agar segera turun langsung melakukan pengecekan menyeluruh terhadap proyek jembatan limpas tersebut, mulai dari kualitas material, metode pengerjaan, hingga kesesuaian spesifikasi teknis.



Masyarakat berharap proyek yang bersumber dari uang rakyat itu tidak dijadikan ajang bancakan segelintir oknum yang hanya mengejar keuntungan pribadi tanpa memikirkan kualitas bangunan.

“Jangan sampai proyek pemerintah dikerjakan asal jadi. Ini uang rakyat, kualitas dan kuantitas harus benar-benar diperhatikan demi keselamatan masyarakat,” tegas salah satu warga Wringin Anom.


IVan.R

×
Berita Terbaru Update