Situbondo, Pemangkarnews.com – Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan Jalan Jatisari, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, dilaporkan mati total lebih dari satu bulan. Kondisi tersebut membuat warga sekitar mengeluh dan merasa resah, terutama saat malam hari.
Gelapnya akses jalan dinilai sangat membahayakan bagi pengendara maupun warga yang melintas. Selain rawan kecelakaan, kondisi jalan yang minim penerangan juga disebut memicu rasa takut karena dikhawatirkan mengundang aksi kriminalitas.
Tak hanya itu, belakangan isu-isu mistis yang berkembang di tengah masyarakat terkait adanya “pocong jadi-jadian” turut membuat suasana malam di lokasi tersebut semakin mencekam. Warga mengaku memilih menghindari melintas sendirian saat malam hari.
Koordinator Wilayah Timur Garda Sakera, Ainul Yakin, mengatakan pihaknya sudah menerima banyak aduan dari masyarakat terkait matinya PJU tersebut. Bahkan, dirinya mengaku langsung menghubungi bagian PJU Dinas Perhubungan Kabupaten Situbondo agar segera dilakukan penanganan.
“Keluhan warga sudah kami sampaikan langsung ke bagian PJU Dishub Situbondo. Tapi sampai hari ini belum ada tindakan perbaikan. Kesan yang muncul justru seperti diabaikan,” tegas Ainul Yakin, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, penerangan jalan merupakan kebutuhan vital masyarakat yang tidak boleh dianggap sepele. Apalagi kondisi gelap berkepanjangan bisa memicu tindak kejahatan dan mengganggu kenyamanan warga.
Karena belum ada respons nyata, Garda Sakera Wilayah Timur bersama warga setempat berencana mendatangi Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Situbondo untuk meminta kejelasan dan mendesak agar PJU di Jalan Jatisari segera diperbaiki.
“Kalau tetap tidak ada perhatian, kami bersama warga akan datang langsung ke kantor Dishub. Jangan sampai harus ada korban dulu baru bergerak,” pungkasnya.
Red_182

