Situbondo – Pemangkarnews.com – Video viral yang diunggah melalui akun Facebook Arief Camra, Pemilik profil yang mencantumkan keterangan sebagai Ketua Umum SYD Indonesia, Ketua Yayasan Griya Lansia Malang, dan pengasuh Griya Yatim Sidoarjo, menarasikan seorang lansia bernama Sumaina ditolak Dinas Sosial Kabupaten Situbondo ( Unggahan FB tanggal 24 Oktober 2026).
Namun, tudingan tersebut dibantah Keras Kepala Dinsos Situbondo, Viskanto Adi Prabowo, ST, M.Si, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya pendampingan sejak Mei 2026.
“Pernyataan bahwa Dinas Sosial Kabupaten Situbondo menolak itu tidak benar,” tegas Viskanto,Minggu,25 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, Dinsos bersama Pemerintah Desa Sumberkolak telah memfasilitasi pemindahan administrasi kependudukan Sumaina dari Bondowoso ke Situbondo agar lebih mudah mengakses bantuan sosial dan jaminan kesehatan karena sebelumnya ber KTP Bondowoso.
Tak hanya itu, pemerintah desa bersama warga juga membantu membangun hunian sederhana melalui swadaya. Dinsos turut menyalurkan sembako, kasur, serta perlengkapan rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan lansia tersebut.
Menurut Viskanto, setelah bangunan selesai, Sumaina justru memilih kembali ke gubuk lamanya meski telah dibujuk untuk menempati hunian baru. Tawaran agar Sumaina tinggal di UPT supaya memperoleh perawatan lebih terjamin juga disebut telah disampaikan, tetapi ditolak oleh yang bersangkutan.
Kepala desa juga disebut pernah memfasilitasi pemeriksaan kesehatan Sumaina melalui petugas puskesmas.
Persoalan ini semakin menjadi perhatian setelah video tersebut turut dibagikan oleh sebuah akun ke kolom komentar akun Facebook Bupati Situbondo, Mas Rio. Penyebaran narasi tersebut berpotensi menimbulkan persepsi seolah-olah Bupati dan Pemerintah Kabupaten Situbondo membiarkan atau menelantarkan lansia tersebut.
Padahal, berdasarkan klarifikasi Viskanto, berbagai upaya pendampingan dan bantuan telah dilakukan. Karena itu, kronologi secara utuh perlu diketahui masyarakat agar persoalan ini tidak berkembang menjadi kesimpulan sepihak yang merugikan pihak tertentu.
Video tersebut juga menggunakan latar suara pidato Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengenai penurunan angka kemiskinan di Jawa Timur.
Kritik terhadap pemerintah sah, tetapi jangan sampai narasi yang tidak utuh membentuk persepsi keliru. Yang terpenting, fakta harus dibuka secara transparan dan kondisi Ibu Sumaina tetap mendapat perhatian agar memperoleh kehidupan yang aman dan layak di usia senja.
Red_182




