Situbondo, Pemangkarnews.com – Aroma tak sedap mulai tercium dari proyek pemasangan bronjong di Desa Wringin Anom. Pasalnya, warga menduga material batu yang digunakan untuk proyek tersebut diambil langsung dari aliran sungai di sekitar lokasi pekerjaan.
Tidak adanya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan, ditambah dugaan pengabaian terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), semakin memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Proyek yang seharusnya menjadi solusi penahan abrasi dan banjir itu justru dikerjakan tanpa keterbukaan informasi yang jelas. Bahkan, saat proses pemasangan bronjong berlangsung, kondisi lokasi masih tergenang air. Hal itu membuat masyarakat mempertanyakan kualitas dan kuantitas pekerjaan proyek tersebut.
“Apakah hasil pemasangan bronjong ini benar-benar bisa memberi dampak positif bagi masyarakat Wringin Anom atau hanya sekadar proyek asal jadi,” ungkap salah seorang warga sekitar.
Trauma masyarakat terhadap banjir bandang sebelumnya masih membekas. Bencana tersebut diketahui pernah menghantam bahu jalan hingga melumpuhkan akses utama penghubung antarwilayah. Dampak terparah dirasakan warga Dusun Cora Pao, Poloh, hingga Desa Curah Suri Dusun Lindhut. Bahkan, luapan sungai Wringin Anom sempat masuk ke permukiman warga di sejumlah titik bantaran sungai.
Warga khawatir proyek bronjong yang saat ini dikerjakan tidak sesuai spesifikasi dan dilakukan secara asal-asalan. Padahal, akses jalan tersebut merupakan jalur vital penghubung Desa Wringin Anom menuju Desa Patemon, Dusun Cora Pao, Poloh, hingga Curah Suri Dusun Lindhut.
“Kami takut pekerjaan ini hanya asal jadi. Jalan ini satu-satunya akses penghubung antar desa. Kalau sampai rusak lagi, masyarakat yang jadi korban,” ujar warga lainnya kepada awak media.
Sangatlah penting keterbukaan informasi publik dalam setiap proyek pemerintah. Sebab, hak masyarakat untuk mengetahui informasi penggunaan anggaran negara telah dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28F serta regulasi keterbukaan informasi publik lainnya.
Warga berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan terbuka terkait sumber material batu, spesifikasi proyek, serta pengawasan pekerjaan bronjong tersebut agar tidak menimbulkan polemik dan keresahan di tengah masyarakat.
Red_182

